w

Pencemaran air

Pencemaran air - Bahan-bahan polutan yang masuk ke dalam air akan menyebabkan pencemaran air.  Sampah yang dibuang ke sungai, minyak dari tangki kapal yang bocor, dan polutan lain dapat menyebabkan kehidupan perairan terganggu. Tumbuhan dan hewan yang hidup di air tidak dapat hidup dan berkembang biak di air yang tercemar. Pencemaran dapat disebabkan oleh beberapa kegiatan, yaitu:

Pencemaran air
a. Kegiatan rumah tangga
Kegiatan rumah tangga menghasilkan berbagai sampah, misalnya air buangan yang mengandung deterjen, limbah yang masuk ke perairan akan menyebabkan terjadinya pencemaran air. Pembuangan sampah rumah tangga ke sungai menyebabkan sungai menjadi kotor. Sampah yang tidak terurai akan menyebabkan sungai menjadi dangkal dan menyebabkan banjir.

Pembuangan kotoran ke sungai dengan menggunakan sungai sebagai jamban juga menimbulkan banyak masalah, karena sebagian orang menggunakan sungai sebagai sumber air minum. Hal ini dapat mengakibatkan penularan berbagai penyakit.

b. Kegiatan pertanian
Pupuk yang digunakan dalam pertanian dapat menyebabkan eutrofikasi, yaitu pengayaan air oleh unsur pupuk. Hal ini menyebabkan pertumbuhan tanaman air juga gulma menjadi sangat cepat. Penggunaan pestisida untuk memberantas hama dapat pula menimbulkan kematian heberapa makhluk hidup yang hidup di dalam air.

c. Kegiatan industri
Kegiatan industri bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia, namun demikian kegiatan industri juga menjadi penyebab terjadinya pencemaran air. Limbah yang mengandung zat kimia dapat menimbulkan pencemaran air. Hasil sampingan industri yang mengandung logam-logam berat mencemari perairan dan berbahaya bagi manusia apabila masuk ke dalam tubuh.

Penggunaan air untuk pendingin pada pabrik-pabrik yang diambil dari sungai dan danau dibuang kembali ke sungai atau danau berupa air yang panas menyebabkan kenaikan suhu air. Hal ini akan memengaruhi kehidupan dalam sungai dan danau sebab beberapa tumbuhan dan hewan ada yang tidak dapat bertahan hidup


Pengaruh Penebangan Hutan Terhadap Ekosistem

Pengaruh Penebangan Hutan Terhadap Ekosistem - Hutan merupakan salah satu ekosistem yang ada di bumi. Berbagai jenis tumbuhan dan hewan yang  beraneka ragam hidup di hutan, baik yang berukuran kecil maupun besar dengan berbagai cara hidup. Sehingga tingkat keanekaragaman hayatinya sangat tinggi. Keanekaragaman hayati merupakan sumber daya genetik (plasma nutfah) yang besar.
Pengaruh Penebangan Hutan Terhadap Ekosistem
Hutan di daerah pegunungan mempunyai peranan sangat penting dalam siklus air. Hutan dengan tumbuhan yang lebat membentuk humus yang cukup besar dari dedaunan yang gugur sehingga tanah menjadi subur. Tumbuhan dapat menahan air hujan dan mendistribusikannya secara berkelanjutan dalam bentuk mata air, sungai, dan lain-lain. Hutan juga dapat berfungsi untuk menahan laju erosi dan mengurangi bahaya banjir.

Ditinjau dari segi ekonomi, hutan juga mempunyai potensi yang cukup tinggi. Beberapa hasil hutan  seperti kayu, tanaman obat, madu dari lebah, dan hasil hutan lainnya banyak dimanfaatkan oleh manusia. Secara umum hutan berperan sebagai sumber ekonomi, pengetahuan ilmiah, dan keindahan.

Pertambahan populasi manusia secara pesat diiringi dengan kebutuhan lahan pertanian, industri, pemukiman, jalan, dan kebutuhan lain yang juga meningkat, akibatnya banyak hutan ditebang untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut. Di samping itu, pemanfaatan hasil hutan secara berlebihan serta gangguan-gangguan lainnya dapat mengancam kelestarian berbagai organisme yang hidup di dalamnya dan juga menyebabkan terjadinya kerusakan lingkungan.

Hutan gundul dengan kemiringan tanah yang tinggi akan mudah longsor ketika turun hujan. Air hujan yang jatuh di permukaan tanah akan  bergerak cepat membawa apa saja yang dilewatinya tanpa sempat meresapke dalam tanah. Dengan demikian, tidak menambah simpanan air di dalam tanah dan menimbulkan banjir. Banjir menghanyutkan lapisan tanah yang subur menyebabkan tanah kehilangan kesuburannya dan menjadi tandus.

Tumbuhan yang hidup di hutan bermanfaat untuk membersihkan udara dari gas CO2 dan menghasilkan O2 dalam proses fotosintesis.Kerusakan hutan dapat  meningkatkan kadar CO, dan menurunnya kadar O2 di dalam udara. Hal ini akan mengancam seluruh kehidupan di bumi karena seluruh makhluk hidup di bumi memerlukan O2 dan menghasilkan CO2 dalam pernapasannya.

Kerusakan hutan juga dapat menurunkan keanekaragaman hayati dan pembakaran hutan dapat memusnahkan beberapa spesies makhluk hidup dan menyebabkan beberapa jenis hewan kehilangan tempat tinggalsehingga melakukan migrasi  ke tanah pertanian dan pemukiman penduduk. Hal ini akan menimbulkan masalah baru, misalnya serangan berbagai hewan terhadap lahan pertanian penduduk.

Hutan mempunyai peranan yang penting bagi kelangsungan kehidupan di bumi. Kerusakan hutan akan menimbulkan banyak kerugian bagi manusia. Oleh sebab itu, hutan perlu dilestarikan untuk mendukung kehidupan manusia. Pengawetan hutan dilakukan dengan menghindari penebangan liar dan mencegah kebakaran hutan. Penebangan pohon dilakukan secara selektif, dilakukan reboisasi pada tanah-tanah yang gundul, dan menanami kembali tanah yang pohonnya ditebang.

Usaha-usaha Penanggulangan Kepadatan Penduduk yang Terus Meningkat

Usaha-usaha Penanggulangan Kepadatan Penduduk yang Terus Meningkat - Kepadatan populasi manusia yang terus meningkat menimbulkan berbagai permasalahan. Oleh sebab itu, diperlukan usaha-usaha untuk mengatasinya. Bagaimana mengatasi kepadatan populasi manusia yang terus meningkat dengan pesat? Beberapa usaha manusia untuk mengatasi pertambahan populasi manusia yang terus meningkat sebagai berikut:

Kepadatan Penduduk

  1. Pengendalian laju pertumbuhan penduduk dengan program Keluarga Berencana (KB) dan menunda usia perkawinan.
  2. Meningkatkan produksi pangan untuk mengimbangi laju pertumbuhan penduduk, memperluas lapangan kerja, dan meningkatkan taraf pendidikan untuk meningkatkan kualitas penduduk.
  3. Mewujudkan norma keluarga kecil bahagia dan sejahtera (NKKBS) melalui pengaturan jarak kelahiran dan jumlah anak sehingga kebutuhan pangan, sandang, dan papan terpenuhi, pendidikan dan pemeliharaan anak terjamin serta tercipta hubungan yang harmonis antaranggota keluarga.


Melalui usaha-usaha tersebut diharapkan terjadi keseimbangan antara jumlah penduduk dengan ketersediaan pangan, papan, dan sarana lain yang dibutuhkan bagi kehidupan manusia.

Kepadatan Penduduk dan Kerusakan Lingkungan

Kepadatan Penduduk dan Kerusakan Lingkungan - Manusia memanfaatkan dan mengubah lingkungan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Penggunaan mesin-mesin pertanian, pembuatan bendungan, jalan, terowongan, pengeringan rawa, dan lain-lain mempakan usaha manusia untuk membuat lingkungan yang menyenangkan dan memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun demikian. selain memperoleh manfaat juga ada dampak negatif dari usaha manusia untuk mengubah lingkungannya.

Kerusakan Lingkungan

Kemajuan ilmu dan teknologi dupat menimbulkan berbagai pencemaran. Pencemaran dapat disebabkan oleh unsur kimia yang terlarut dalam air atau cairan lain, energi panas, suara bising, limbah pabrik, kendaraan bermotor, pabrik, dan lain-lain. Pencemaran udara terjadi akibat asap kendaraan bermotor, pabrik, dan kegiatan lainnya menyebabkan berbagai penyakit pada manusia serta berpengaruh terhadap perubahan cuaca dan iklim yang memengaruhi seluruh kehidupan di bumi. Pencemaran air terjadi karena pembuangan kotoran dan limbah ke sungai. Zat kimia yang terkandung dalam limbah industri menyebabkan air tercemar. Pabrik-pabrik memerlukan banyak air untuk pendinginan air yang panas dibuang kembali ke sungai atau danau, sehingga menaikkan suhu air. Hal tersebut dapat menyebabkan beberapa jenis tumbuhan dan hewan tidak dapat bertahan hidup.

Pencemaran tanah terjadi karena penggunaan pestisida dan zatzat kimia yang berlebihan. Hal tersebut dapat mengganggu proses perombakan biologis dan dapat mengancam kepunahan beberapa spesies tertentu.

Selain itu, masih ada beberapa akibat lain dari usaha manusia yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Seiring dengan perkembangan penduduk yang pesat maka kebutuhan manusia pun semakin meningkat pula.

Kepadatan Penduduk dan Kebutuhan Makanan

Kepadatan Penduduk dan Kebutuhan Makanan - Makanan manusia sangat bervariasi mulai dari biji-bijian, buah, sayur, umbi, ikan, daging, dan lain-lainnya. Berbagai upaya dilakukan manusia untuk meningkatkan produksi pangan.

Kebutuhan Makanan

Penggunaan mesin-mesin, pupuk, obat pembasmi hama, dan upaya lainnya dilakukan manusia untuk memenuhi kebutuhan pangan. 

Namun demikian, apabila jumlah penduduk terus meningkat dengan pesat produksi pangan tidak mampu mengimbangi pertambahan penduduk, maka kelaparan akan menjadi persoalan rumit yang dihadapi manusia. Sementara itu, sebagian lahan pertanian digunakan untuk perumahan dan keperluan lainnya.

Hubungan Kepadatan Penduduk dengan Kebutuhan Air dan Udara Bersih

Hubungan kepadatan penduduk dengan kebutuhan air dan udara bersih - Semua makhluk hidup memerlukan air dan udara untuk hidupnya. Coba, kamu ingat kembali ciri-ciri makhluk hidup. Manusia membutuhkan air untuk keperluan minum dan keperluan rumah tangga lainnya. Selain itu, air juga dibutuhkan untuk berbagai keperluan lain, misalnya untuk industri, irigasi, pembangkit tenaga listrik, dan lainlain.

Hubungan timbal balik antara kepadatan penduduk dengan kebutuhan air

Semakin bertambah jumlah penduduk, maka kebutuhan air bersih pun semakin meningkat. Sementara itu, kemampuan tanah menahan air semakin berkurang demikian pula pencemaran air semakin banyak sehingga kualitas air menurun. Hal ini dapat menimbulkan kekurangan air bersih terutama pada daerah-daerah yang berpenduduk padat.

Udara dibutuhkan makhluk hidup untuk bernapas. Asap, kabut, dan zat-zat pencemar yang terkandung di dalamnya terus meningkat karena kegiatan-kegiatan manusia. Pencemaran udara dapat berakibat timbulnya penyakit pada pernapasan, kulit, dan mata. Pencemaran udara dapat menyebabkan perubahan iklim dan cuaca yang memengaruhi tumbuhan, hewan, dan semua mahkluk hidup di bumi.

Masalah-masalah Akibat Pertambahan Penduduk

Masalah-masalah Akibat Pertambahan Penduduk - Manusia mempunyai kebutuhan-kebutuhan untuk melangsungkan hidupnya. Semakin besar jumlah populasi manusia semakin banyak pula sarana yang dibutuhkan dan sumber daya alam yang dimanfaatkan oleh manusia. Air bersih, udara bersih, pangan, tempat tinggal, dan kebutuhan-kebutuhan lainnya diperlukan dalam kehidupan manusia.

Masalah-masalah Akibat Pertambahan Penduduk

Lingkungan mempunyai kemampuan untuk mendukung kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Alam dengan bantuan manusia mampu memenuhi kebutuhan dan mengatasi limbah manusia tetapi tidak mampu menghadapi mesin-mesin, gedung pencakar langit dan pencemaran industri. Apa yang terjadi apabila populasi manusia terus meningkat?

Untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia yang semakin meningkat karena populasi manusia terus bertambah, manusia mengubah ling-kungannya. Pemanfaatan ilmu dan teknologi untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia selain memberikan manfaat ternyata ada pula dampak negatif yang ditimbulkannya. Beberapa keuntungan dari kemajuan ilmu dan teknologi, antara lain hubungan komunikasi menjadi lancar dan cepat, penggunaan mesin-mesin yang mempercepat dan memperingan pekerjaan, penemuan pupuk, dan obat-obatan yang menunjang produksi pangan dan masih banyak keuntungan lainnya.

Selain itu, pemanfaatan ilmu dan teknologi juga menimbulkan berbagai pencemaran baik pencemaran udara, air, tanah, dan suara. Gas buangan kendaraan bermotor, limbah industri, kegiatan rumah tangga. dan kegiatan pertanian dapat menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan.

Pengertian Migrasi

Pengertian Migrasi - Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain. Migrasi juga merupakan salah satu faktor yang memengaruhi pertumbuhan penduduk. Migrasi biasanya merupakan perpindahan yang relatif permanen dari suatu tempat ke tempat yang lain. Orang yang melakukan migrasi disebut migran.

Migrasi

Migrasi dapat terjadi dalam suatu negara atau antarnegara. Migrasi antarnegara merupakan perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara yang lain. Masuknya penduduk ke dalam suatu negara disebut imigrasi, sedangkan perpindahan penduduk meninggalkan suatu negara disebut emigrasi.

Migrasi dalam suatu negara merupakan perpindahan penduduk dari suatu daerah, baik provinsi atau kabupaten ke daerah lain masih dalam suatu negara, misalnya transmigrasi dan urbanisasi.

Telah diuraikan bahwa kelahiran, kematian, dan migrasi merupakan tiga komponen yang memengaruhi perubahan jumlah penduduk pada suatu daerah. Perubahan penduduk pada suatu negara dapat diketahui dengan menghitung pertumbuhan penduduk. Besarnya pertumbuhan penduduk dihitung dengan menggunakan rumus:

P = ( l - m ) + ( i - e )

P : Pertumbuhan penduduk
1 : Banyaknya kelahiran
m : Banyaknya kematian
i : Banyaknya imigrasi
e : Banyaknya emigrasi

Dengan menghitung selisih antara kelahiran dengan kematian dan imigrasi dengan emigrasi akan diketahui jumlah penduduk bertambah atau berkurang. Apabila perhitungan pertumbuhan penduduk hasilnya positif berarti terjadi pertambahan jumlah penduduk, apabila hasilnya negatif berarti jumlah penduduk berkurang.

Pengertian Kepadatan Penduduk

Pengertian Kepadatan Penduduk - Kepadatan populasi manusia dikenal juga sebagai kepadatan penduduk. Apakah yang dimaksud kepadatan penduduk tersebut? Kepadatan penduduk pada suatu daerah dapat dihitung dengan membandingkan banyaknya penduduk dengan luas daerah yang ditempati, biasanya dinyatakan dengan jumlah penduduk tiap-tiap km2. 

Pengertian Kepadatan Penduduk
Misalnya suatu daerah dengan luas 2.000.000 km2 didiami oleh pendudukyang berjumlah 150.000.000 orang, maka kepadatan penduduk daerahtersebut sebagai berikut.

                                             Banyaknya penduduk
Kepadatan penduduk = -------------------------------------
                                            Luas daerah yang ditempati

                                           150.000.000 orang
                                   = ------------------------- = 75 orang km2
                                               2.000.000 km2

Daerah tersebut tiap-tiap km2 rata-rata dihuni oleh 75 orang penduduk.Kepadatan penduduk di kota-kota besar umumnya lebih besar daripada di desa. Penduduk memerlukan banyak sarana dan fasilitas yang antara lain berupa air, listrik, angkutan, sekolah, toko, pasar, dan lainlain. Kota-kota besar yang mempunyai kepadatan penduduk besar tentumembutuhkan sarana dan fasilitas yang lebih banyak pula. Apabilapengelolaannya kurang baik, maka akan menimbulkan banyakpermasalahan, antara lain kemacetan lalu lintas, pcmukiman kumuh,polusi, dan masalah-masalah lainnya.

Kepadatan penduduk pada suatu daerah dapat mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan jumlah penduduk pada suatu daerah dipengaruhi oleh tiga komponen, yaitu kelahiran, kematian, danmigrasi. Suatu daerah akan mengalami perubahan jumlah penduduknya apabila ada yang lahir, mati, dan pindah. Mulai abad ke 20 penduduk dunia bertambah dengan pesat.

Usaha-usaha Manusia untuk Melestarikan Keanekaragaman Hayati

Usaha-usaha Manusia untuk Melestarikan Keanekaragaman Hayati - Menyadari pentingnya tumbuhan dan hewan bagi kelangsungan hidup manusia dan seluruh kehidupan di bumi, maka perlu diupayakan pelestarian tumbuhan dan hewan langka agar tidak punah. Punahnya suatu jenis makhluk hidup mengurangi keanekaragaman hayati yang telah ada. Salah satu penyebab kelangkaan suatu jenis makhluk hidup adalah kegiatan-kegiatan manusia, antara lain berupa perburuan liar dan perusakan habitat. Hutan merupakan habitat berbagai jenis tumbuhan dan hewan. Beberapa jenis pohon yang ada di hutan diperlukan oleh manusia dan ditebang untuk keperluan manusia. Penebangan pohonpohon di hutan perlu memperhatikan kelestariannya, karena kerusakan hutan akan memengaruhi tumbuhan dan hewan yang hidup di dalamnya. Kerusakan pohon-pohon di hutan dapat menyebabkan beberapa jenis hewan kehilangan tempat tinggal, sumber makanan, dan tempat untuk berkembang biak, maka pemanfaatan hutan perlu memperhatikan kelestariannya. Pengambilan pohon-pohon di hutan hendaknya dilakukan secara selektif dan tanpa merusak pohon-pohon lainnya sehingga tidak mengganggu hewan-hewan yang hidup pada pohon-pohon tersebut.

Berbagai jenis tumbuhan dan hewan dibutuhkan manusia untuk berbagai keperluan, misalnya sebagai sumber makanan, bahan pakaianbahkan ada pula yang untuk  kesenangan. Untuk itu, manusia melakukan budi daya terhadap berbagai jenis tumbuhan dan hewan yang dibutuhkan sehingga kebutuhannya dapat terpenuhi. Dengan demikian, tumbuhan dan hewan yang dibudidayakan terjaga kelestariannya dankelesiarian keanekaragaman hayati terjaga pula.

Salah satu usaha manusia untuk melindungi tumbuhan dan hewanlangka yang terancam kepunahannya adalah memberikan tempat perlindungan dan upaya penyelamatan dari kepunahan. Perlindungan terhadap tumbuhan dan hewan dilakukan, antara lain dengan cagar alam, suaka margasatwa, taman nasional; dan lain-lain. Cagar alam merupakandaerah perlindungan terhadap tumbuhan tertentu agar tidak punah. Pada daerah cagar alam, orang tidak boleh mengganggu atau merusak pohon.

Contoh cagar alam di Indonesia adalah Kebun Raya Bogor. Tempat perlindungan terhadap hewan-hewan langka disebut suaka margasatwa. Pada daerah suaka margasatwa melindungi dan mengembangbiakkan jenis hewan tertentu. Beberapa jenis hewan yang dilindungi di Indonesia, antara lain siamang terdapat di Sumatra dan Maluku, orang utan terdapat di Sumatra Utara dan Kalimantan, badak bercula satu terdapat di Ujungkulon, komodo terdapat di Pulau Flores dan Pulau Komodo, serta masih banyak jenis hewan langka lainnya yang dilindungi di Indonesia.

Selain cagar alam dan suaka margasatwa ada daerah perlindungan alam yang berupa taman nasional. Sebagian kawasan taman nasional dibuka sebagai tempat pariwisata, namun menjaga kelestarian alam tetap diutamakan. Penangkaran hewan-hewan langka dilakukan untuk memulihkan jumlah hewan langka dengan mengembangbiakkannya di dalam kandang dan melepaskan anak-anaknya ke alam atau pada habitat yang cocok. Perburuan liar dan perdagangan hewan serta tumbuhan langka dapat mempercepat kepunahannya. Oleh sebab itu, perlu dilakukan pengamatan terhadap perburuan dan perdagangan tumbuhan dan hewan langka.

Budi Daya Hewan dan Tumbuhan Langka

Budi Daya Hewan dan Tumbuhan Langka - Semua makhluk hidup pada dasarnya membutuhkan makhluk hidup lainnya agar dapat bertahan hidup. Sehingga keanekaragaman makhluk hidup penting untuk kelangsungan hidup di bumi. Dalam kehidupan manusia, tumbuhan mempunyai peranan yang penting demikian pula bagi kehidupan makhluk hidup lainnya. Tumbuhan merupakan makhluk hidup yang mampu memanfaatkan energi matahari untuk membuat makanan dalam proses fotosintesis. Makanan yang dihasilkan dapat dimanfaatkan juga oleh makhluk hidup lain. Selain makanan, dalam fotosintesis juga dihasilkan oksigen yang dimanfaatkan oleh semua makhluk hidup untuk bernapas. Dalam kehidupan sehari-hari banyak tumbuhan yang dapat dimanfaatkan oleh manusia, misalnya padi, jagung, gandum, singkong, dan beberapa tumbuhan lain bermanfaat bagi manusia sebagai bahan pangan. Buah-buahan seperti pepaya, semangka, anggur, jeruk, dan lain-lain mengandung vitamin yang bermanfaat bagi manusia.

Tumbuhan Langka: Rafflesia Arnoldi

Selain sebagai bahan pangan, tumbuhan ada yang dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan pakaian. Kapas dipintal untuk dijadikan benang dan ditenun menjadi kain. Beberapa jenis bahan untuk membuat berbagai kerajinan anyaman, alat alat rumah tangga, bahan bangunan, dan lainlain. Tumbuhan juga digunakan sebagai bahan untuk membuat kertas. Ada pula tumbuhan yang digunakan sebagai tanaman hias dan masihbanyak manfaat tumbuhan bagi kelangsungan hidup manusia.

Tumbuhan juga mempunyai peranan yang sangat penting dalam ekosistem. Tumbuhan membantu menahan air sehingga dapat mencegah erosi dan menjaga tersedianya air tanah. Karena tumbuhan sangat penting bagi kelangsungan dan kemajuan peradaban manusia, maka tumbuhan dikumpulkan, ditanam, dan dipanen hasilnya. Tumbuhan ada yang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh manusia, tetapi ada pula yang melalui proses-proses tertentu baru dapat digunakan.

Komodo salah satu hewan langka


Selain tumbuhan, hewan juga mempunyai peranan yang penting untuk menjaga kelangsungan kehidupan di bumi. Beberapa jenis serangga membantu proses penyerbukan tanaman sehingga kelestarian hidup tanaman tersebut dapat dijaga. Manusia juga membutuhkan hewan, antara lain daging dan telur hewan dimanfaatkan sebagai sumber makanan manusia, beberapa jenis hewan menghasilkan bahan pakaian, bahkan hewan juga membantu manusia untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan tertentu, misalnya menarik delman, membajak sawah, dan lain-lain.

Karena begitu banyak manfaat tumbuhan dan hewan bagi kelangsungan hidup manusia, maka tumbuhan dan hewan diambil manusia dan dimanfaatkan oleh manusia. Beberapa jenis tumbuhan ditanam sebagai tanaman budi daya, demikian pula beberapa jenis hewan dipelihara dalam peternakan. Tetapi ada pula tumbuhan dan hewan yang diambil dari alam. Pengambilan tumbuhan dan hewan dari alam secara besar-besaran tanpa memperhitungkan kelestariannya, dapat menyebabkan terjadinya kepunahan. Kepunahan suatu organisme menyebabkan berkurangnya keanekaragaman organisme di alam ini, maka tumbuhan dan hewan langka perlu dibudidayakan agar tidak menjadi punah. Tumbuhan dan hewan langka merupakan bagian dari makhluk hidup yang ada di bumi dan merupakan sumber daya genetik (sumber plasma nutfah). Apabila terjadi kepunahan pada suatu jenis tumbuhan atau hewan, maka jenis organisme ini tidak akan muncul lagi karena sumber daya genetiknya telah punah. Pelestarian terhadap tumbuhan dan hewan langka merupakan upaya pelestarian sumber daya genetik agar tidak menjadi punah.

Meskipun pada saat ini tumbuhan dan hewan telah banyak dimanfaatkan oleh manusia, namun demikian ada beberapa jenis tumbuhan dan hewan yang saat ini belum dimanfaatkan dan belum diketahui manfaatnya. Tumbuhan dan hewan yang saat ini belum diketahui manfaatnya mungkin pada masa yang akan datang mempunyai peranan yang sangat penting bagi manusia maupun makhluk hidup lainnya. Oleh sebab itu, kelestarian tumbuhan dan hewan perlu dijaga termasuk tumbuhan dan hewan langka yang terancam kepunahannya.

Pernahkah kalian melihat dinosaurus? Mengapa pada saat ini kita dapat melihat dinosaurus lagi? Dinosaurus merupakan satu contoh hewan yang pada saat ini telah punah. Oleh karena itu, ini kita tidak dapat menyaksikannya lagi. Tumbuhan dan hewan langka perlu dilestarikan agar tidak punah seperti dinosaurus, dengan demikian generasi mendatang masih dapat menyaksikannya. Berikut gambar contoh-contoh hewan dan tumbuhan yang dilindungi di Indonesia

Pola Interaksi Organisme

Pola Interaksi Organisme - Pola interaksi organisme melibatkan dua atau lebih jenis makhluk hidup. Apa saja macam-macam bentuk interaksi organisme? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, marilah kita perhatikan uraian berikut.

Pola Interaksi Organisme

Pola-pola interaksi antar makhluk hidup, antara lain:
  • Netral, antar populasi tidak saling mempegaruhi, contoh populasi burung pipit dengan kerbau.
  • Kompetisi, terjadi persaingan antarpopulasi atau antar individu dalam memperebutkan sesuatu yang sama dari lingkungan. Hal yang diperebutkan dalam kompetisi, antara lain makanan, pasangan hidup, dan tempat tinggal. Misalnya sekelompok herbivora yang berada di lapangan rumput.
  • Simbiosis, hubungan erat dan langsung antar organisme atau cara hidup bersama antara dua makhluk hidup yang berlainan jenis.


Simbiosis meliputi tiga macam hubungan, yaitu:

1) Mutualisme, terjadi interaksi antara dua makhluk hidup berbeda jenis yang, menguntungkan kedua belah pihak. Misalnya bakteri Esherichia coli dengan manusia, rayap dengan protozoa (Flagelata).

2) Komensalisme, terjadi interaksi antara dua makhluk hidup berbeda jenis, dan, satu mendapat keuntungan sedangkan yang lainnya tidak merasa dirugikan. Misalnya simbiosis antara ikan hiu dengan ikan remora, anggrek dengan pohon inang.

3) Parasitisme, terjadi interaksi antara dua makhluk hidup berbeda jenis yang satu mendapatkan keuntungan, sedangkan yang lain dirugikan. Misalnya simbiosis antara tali putri dengan pohon inangnya (beluntas), benalu dengan pohon mangga, dan lain-lain. Organiame yang bersimbiosis disebut simbion. Simbion yang mendapatkan keuntungan disebut parasit, sedangkan simbion yang dirugikan disebut inang.

4) Antibiosis, hubungan antara dua jenis organisme yang satu menghambat pertumbuhan organisme yang lain. Misalnya jamur Penicillium menghambat pertumbuhan bakteri dengan mengeluarkan zat antibiotik penisilin, jamur Aspergilus flavus menghambat pertumbuhan bakteri dengan mengeluarkan zat antibiotik aflaktosin.

Apakah antibiotik itu? Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh makhluk hidup yang menghambat pertumbuhan makhluk hidup lain. Antibiotik memiliki sifat sebagai berikut.
  • Dapat menimbulkan akibat sampingan.
  • Bibit penyakit dapat kebal terhadap antibiotik tertentu.
  • Pengobatan jenis antibiotik tertentu untuk penyakit tertentu pula. Contoh obat-obatan yang, tergolong antibiotik. antara lain termisin, tetrasiklin, penisilin, streptomisin, dan aeromisin.


5) Predasi, hubungan antarorganisme pemangsa (predator) dengan hewan yang dimangsa (prei). Misalnya hubungan antara kucing dengan tikus, serigala dengan rusa, dan lain-lain.

  • Pola kehidupan yang khas dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
  • Hubungan interspesifik adalah hubungan antarorganisme sejenis. Misalnya hubungan sosial di antara keluarga semut dan adanya pembagian tugas pada lebah (ratu, pejantan, dan pekecrja).
  • Hubungan intraspesifik adalah hubungan antarorganisme yang tidak sejenis. Hubungan intraspesifik dibedakan menjadi beberapa macam, antara lain simbiosis dan antibiosis.


Pola kehidupan yang khas bermanfaat bagi kehidupan manusia, antara lain:
  • Simbiosis antara bakteri Rhizobium radicicola dengan akar tumbuhan Leguminoceae. Bakteri Rhizobium dapat mengikat nitrogen bebas dari udara.
  • Simbiosis antara jamur dengan akar tumbuhan pinus menghasilkan mikoriza yang dapat meningkatkan produksi getah pinus.
  • Simbiosis antara alga dan jamur menghasilkan Lichenes (lumut kerak), misalnya:

1) Usnea dasypora dan Usnea misemineusis dapat digunakan sebagai obat tradisional.
2) Roccella tinctoria digunakan sebagai bahan pembuatan kertas lakmus. 
  • Simbiosis antara Penicillium dengan bakteri lainnya dimanfaatkan di bidang kedokteran dalam pengobatan suatu penyakit.
  • Anabaena azolla dan Azolla pinnata pengikat nitrogen dari udara.

Interaksi antara Komponen Biotik dan Abiotik

Interaksi antara komponen biotik dan abiotik - Apabila kamu menanam bunga di pot, maka agar tanamanmu tumbuh dengan baik kamu harus rajin menyiramnya, mengapa? Karena tanaman membutuhkan air. Apakah semua makhluk hidup membutuhkan air? 

Interaksi antar komponen biotik dan abiotik

Coba, ingat kembali ciri-ciri makhluk hidup yang telah kamu pelajari. Air adalah komponen abiotik sehingga jelas bahwa makhluk hidup membutuhkan komponen abiotik untuk kelangsungan hidupnya. Komponen abiotik apa saja yang dibutuhkan makhluk hidup untuk kelangsungan hidupnya? Apakah komponen biotik jugamemengaruhi komponen abiotik?

Tumbuhan yang besar dengan akar-akar yang kuat dan daun yang rimbun dapat membantu mencegah terjadinya erosi. Cacing tanah membuat rongga-rongga di dalam tanah dan memakan humus sehingga kotoran cacing masih mengandung humus yang menyuburkan tanah.

Interaksi antara Komponen-komponen Biotik

Interaksi antara Komponen-komponen Biotik - Tikus dan kelinci membutuhkan biji-bijian dan rumput sebagai makanannya. Rubah berburu tikus dan kelinci untuk makanannya. Contoh tersebut menunjukkan bahwa antara sesama komponen biotik saling membutuhkan. Perpindahan energi makanan dari satu komponen biotik ke komponen biotik lainnya terjadi melalui peristiwa makan dan dimakan. Peristiwa makan dan dimakan antar komponen biotik dalam ekosistem membentuk suatu rantai makanan dan jaringjaring makanan.

Adanya interaksi

a. Rantai makanan dan jaring-jaring makanan 

Suatu rantai makanan meliputi pengubahan energi makanan dari satu makhluk hidup ke makhluk hidup lain, jika melalui peristiwa makan dan dimakan. Aliran energi berjalan satu arah dari produsen ke konsumen. Variasi tingkat makanan dari produsen ke konsumen dalam suatu rantai makanan disebut tingkat tropik.

Setiap perpindahan energi selalu terjadi degradasi energi dalam bentuk energi panas. Tingkat tropik pertama dalam ekosistem adalah produsen atau tumbuhan hijau, karena tumbuhan hijau mampu membuat makanan sendiri dan tidak bergantung pada makhluk hidup lain. Tingkat tropik kedua diduduki oleh herbivora, yaitu hewan pemakan produsen, sedangkan karnivora yang memakan herbivora menduduki tingkat tropik ketiga. Sedangkan tingkat tropik keempat diduduki oleh hewan yang memakan karnivora lain. Kenyataan yang terjadi di alam menunjukkan bahwa rantai makanan jarang berdiri sendiri tetapi tersusun oleh sejumlah rantai makanan yang saling berhubungan, dan membentuk jaringjaring makanan.

b. Piramida makanan

Piramida makanan menggambarkan jumlah makhluk hidup pada setiap tropik di mana produsen mempunyai jumlah lebih besar dari konsumen I, jumlah konsumen I lebih besar dari konsumen II, jumlah konsumen II lebih besar dari konsumen III, dan seterusnya. Bila keadaan tersebut dibuat gambar, maka akan terbentuk gambar dengan dasar lebar semakin ke atas semakin meruncing karena jumlahnya semakin kecil. Untuk lebih memahami hal tersebut perhatikan diagram berikut.

Piramida makanan

sebuah piramida makanan


Macam-macam Ekosistem

Macam-macam Ekosistem - Berdasarkan proses terbentuknya, ekosistem dibedakan atas dua macam, yaitu:

Macam-macam ekosistem


  • Ekosistem alami, yaitu ekosistem yang terbentuk secara alami tanpa campur tangan manusia. Misalnya laut, hutan, sungai, dan gurun.
  • Ekosistem buatan, yaitu ekosistem yang sengaja dibuat oleh manusia. Misalnya waduk, kolam, dan akuarium.


Sedangkan berdasarkan habitatnya, ekosistem dibedakan atas dua golongan, yaitu:
a. Ekosistem darat atau terestrial, misalnya hutan, gurun, padang rumput, dan tundra. Apakah kalian tahu apa yang disebut tundra? Tundra merupakan daerah dingin dan tandus yang terdapat di daerah kutub bumi. Di daerah tersebut, tumbuhan yang dapat hidup hanyalah lumut. Oleh karena itu, daerah ini biasanya disebut sebagai padang lumut.

b. Ekosistem perairan atau akuatik.

Berdasarkan kadar garamnya, ekosistem perairan dibedakan atas 3 macam, yaitu:

  1. Ekosistem air tawar (kadar garam rendah), misalnya danau, kolam, dan sungai.
  2. Ekosistem air laut (kadar garam tinggi), misalnya laut dan samudra.
  3. Ekosistem estuarin. Ekosistem ini terbentuk karena bercampurnya air laut dengan air tawar, misalnya teluk, muara, dan daerah rawa pasang surut.


Bagaimanakah pembagian ekosistem air laut berdasarkan kedalamannya? Untuk mengetahuinya, marilah kita mempelajari uraian berikut:

  • Daerah litoral, yaitu daerah yang berbatasan dengan darat. Di daerah ini banyak terdapat ekosistem karang.
  • Daerah neritik, yaitu daerah laut dangkal dengan kedalaman sampai 200 meter. Daerah ini terbagi atas 3 daerah, yaitu supratidal, intertidal, dan subtidal.
  • Daerah batial, yaitu daerah dengan kedalaman 200 sampai dengan 2000 meter.
  • Daerah abisal, yaitu daerah dengan kedalaman lebih dari 2000 meter. Daerah ini sudah tidak dapat ditembus oleh cahaya matahari.


Ekosistem air laut berdasarkan intensitas cahaya yang diterimanya dapat dibedakan atas 3 daerah, yaitu:

  • Daerah fotik (eufotik), yaitu daerah yang masih memperoleh cahaya matahari. 
  • Daerah disfotik (twilight), yaitu daerah yang masih dapat menerima cahaya matahari, namun bersifat remang-remang dan tidak efektif sehingga fotosintesis lebih kecil atau sama dengan respirasi. Daerah ini berada di daerah batial (200-2000 m).
  • Daerah afotik, yaitu daerah yang tidak terkena cahaya matahari sehingga tidak terjadi fotosintesis. Biasanya di daerah ini hidup karnivora dan saprovora. Hewan-hewan yang hidup di daerah ini biasanya bertubuh langsing dan mempunyai alat penerangan khusus.


Di daerah pantai terdapat berbagai macam vegetasi sehingga mem-bentuk formasi biota. Formasi ini merupakan ekosistem tersendiri yang disebut ekosistem pantai.

Komponen Abiotik


Komponen Abiotik - Komponen abiotik merupakan komponen ekosistem yang terdiri atas benda-benda tak hidup. Cahaya matahari, air, tanah, dan suhu merupakan contoh komponen abiotik dalam ekosistem.

Komponen Abiotik

a. Cahaya matahari
Cahaya matahari mempunyai peranan yang sangat penting bagi kehidupan. Cahaya matahari dibutuhkan tumbuhan untuk melakukan fotosintesis. Cahaya matahari merupakan perangsang untuk aktivitas tumbuhan dan hewan. Ada hewan yang aktif pada malam hari dan ada pula yang aktif pada siang hari atau senja hari. Tumbuhan melakukan fotosintesis pada siang hari tetapi ada beberapa aktivitas yang dilakukan pada malam hari, misalnya tumbuhan yang bunganya mekar pada malam hari.

b. Air
Air merupakan senyawa yang sangat penting untuk segala kehidupan. Semua makhluk hidup di bumi sangat bergantung pada air untuk melangsungkan hidupnya. Air membantu makhluk hidup untuk melakukan proses-proses dalam hidupnya. Misalnya untuk mengalirkan zat gizi ke seluruh bagian tubuh. Keberadaan air dalam suatu ekosistem harus tercukupi sebab apabila tidak, maka kehidupan dalam ekosistem tersebut akan terganggu.

c. Tanah
Tanah menutupi permukaan bumi dan menunjang kehidupan. Tanah merupakan tempat tumbuh akar tumbuhan dan menyediakan air serta garam-garam mineral bagi tumbuhan. Untuk kehidupan tumbuhan yang baik, jumlah air dan oksigen dalam tanah harus memadai. Keadaan tanah pada suatu ekosistem menentukan jenis tumbuhan dan hewan yang hidup di dalamnya. Tumbuhan dan hewan yang hidup di gurun berbeda dengan tumbuhan dan hewan yang hidup di padang rumput.

d. Suhu
Semua makhluk hidup mempunyai rentang suhu tertentu agar dapat hidup dengan layak. Namun demikian ada beberapa makhluk hidup yang dapat bertahan hidup pada suhu 720C dan ada pula yang dapat bertahan hidup pada suhu di bawah 00C.

Komponen Biotik

Komponen Biotik - Komponen penyusun ekosistem yang berupa makhluk hidup disebut sebagai komponen biotik. Komponen biotik dalam ekosistem dapat dikelompokkan menjadi tiga berdasarkan perannya, yaitu produsen, konsumen, dan pengurai.

Komponen Biotik

a. Produsen
Produsen meliputi semua makhluk hidup yang berklorofil sehingga mampu menggunakan energi cahaya matahari dalam proses fotosintesis. Dalam fotosintesis dihasilkan makanan dan oksigen secara langsung maupun tidak langsung. Produsen merupakan sumber makanan bagi makhluk hidup lain yang tidak mampu berfotosintesis. Coba, kamu sebutkan makhluk hidup apa saja yang kamu tcmukan di halaman sekolahmu yang termasuk produsen.

b. Konsumen
Semua jenis makhluk hidup yang tidak dapat membuat makanan sendiri tetapi memakai bahan organik yang dihasilkan oleh produsen disebut konsumen. Konsumen dibedakan menjadi konsumen tingkat I, konsumen tingkat II, konsumen tingkat II, dan seterusnya. Makhluk hidup yang mendapat makanan dan energi langsung dari produsen disebut konsumen tingkat I atau herbivora, misalnya belalang, kelinci, kambing, kijang, dan sebagainya. Jika kebutuhan makanan dan energi diperoleh dari konsumen tingkat I disebut konsumen tingkat II atau karnivora, misalnya harimau, singa dan sebagainya.

Pada beberapa ekosistem dimungkinkan adanya konsumen tingkat III, yaitu makhluk hidup yang mengambil makanan dan energi dari konsumen tingkat II. Demikian seterusnya sehingga terbentuklah hubungan makan dan dimakan yang membentuk rantai makanan.

Di samping produsen, herbivora, dan karnivora ada pulaomnivora, yaitu konsumen yang kebutuhan  makanan dan energinya diambil dari produsen (tumbuhan) dan organisme (hewan) lainnya sehingga dapat disebut pula sebagai organisme pemakan segala, contoh tikus.

c. Pengurai
Pengurai atau decomposer merupakan makhluk hidup yang menguraikan sisa-sisa makhluk hidup menjadi senyawa sederhana yang dibutuhkan tumbuhan. Contoh: makhluk hidup pengurai adalah bakteri dan jamur pengurai. Dengan adanya pengurai, sampah dan sisa-sisa makhluk hidup yang telah mati dapat dimanfaatkan kembali oleh alam (tumbuhan). Apa yang akan terjadi apabila dunia ini tidak ada pengurai? Coba diskusikan dengan temanmu! Untuk memperjelas gambaranmu tentang komponenkomponen ekosistem perhatikan gambar berikut.

Mengenal Tentang Mangrove

Mengenal Tentang Mangrove - Yang dimaksud dengan mangrove yaitu vegetasi hutan yang tumbuh di antara garis pasang surut; mereka juga dinamakan hutan pasang. Tetapi mangrove juga dapat tumbuh pada pantai karang, pada karang rokal yang mati diatasnya ditimbuni selapis tipis pasir atau ditimbuni lumpur atau juga pantai berlumpur. Susunan dari jenis mangrove bergantung pada tanah yang ada dibawahnya. Jenis mangrove berlumpur ialah Rhizopoda, Avicennia, Acanthus, Cerbera, Bruguiera, Ceriops. Jenis mangrove karang dan mangrove koral pasir ialah Sonneratia alba. Pada bagian lain, mangrove yang lebih kering didapatkan Lumnitzer, Xylocarpus, Aegiceras, Heritiera.
Tumbuhan Mangrove

Senua jenis pohon, yang terdapat dalam mangrove mempunyai pembentukan akar yang spesifik kadang-kadang mereka mrupakan massa akar yang seperti tombak tegak lurus menonjol ke udara seperti terlihat pada Avicennia dan Sonneratia, kadang-kadang batangnya kearah pangkal tumbuh akar seperti kerucut yang tumbuh miring kebawah yang dinamakan akar tunjang (steltwortels). Tiga tumbuh-tumbuhan yang mencolok diantara mangrove adalah tanaman Acanthus yang berduri dan berbunga biru muda, dan terutama tumbuh ditempat terbuka, antara lakin pada gundukan tanah yang disingkirkan oleh sebangsa kepiting. Yang kedua adalah paku-pakuan mangrove Acrostichum dengan daun yang menyirip dan setinnggi dari tinggi orang dimana ujungnya kerap kali kelihatan coklam hitam disebabkan adanzya kelompok spora. Yang ketiga yaitu palem yang tidak berbatang (Nypa), yang terutama terdapat dipinggiran genangan dan saluran air. Dengan susunan pekarangannya yang rapat, Nypa dapat menahan arus pasang surut dengan baiknya.

Mangrove pada umumnya tidak muadah dilalui karena lapisan lumpur maupun simpang siurnhya akar. Mangrove yang tumbuh sangat baik dapat mempunyai tajuk yang tingginya 40 m, dan membentuk sutu jalur yang lebarnya 40 m, misalnya cilacap (segara anakan). Kerap kali Mangrove di Jawa sangat sempit, miskin dan pendekkarena pemangkasan (untuk kayu bakar, penyamak kulit, dan arang bakar) dan hanya dapat memberi gambaran sedikit bagaimanakah kemampuan mereka. Teluk dan delta yang tenang dan tidak dalam adalah tempat untuk mangrove tumbuh sempurna.

Relung Ekologi (Niche)

Relung Ekologi (Niche) - Relung ekologi suatu (individu, populasi) hewan adalah status fungsional hewan itu dalam habitat yang ditempatinya sehubungan dengan adaptasi-adaptasi fisiologis, struktural dan pola perilakunya. Hewan-hewan seperti sekalian organisme lainnya dapat lulus hidup, tumbuh, berkembang biak dan menjaga keberlangsungan hidup populasinya hanya dalam batas-batas kisaran kondisi factor-faktor biotik dan ketersediaan sumber daya tertentu saja. Batas-batas itu yang tiada lain adalah adaptasi – adaptasi fisiologinya, strukturalnya serta perilakunya.
Ilustrasi

Hutchinson (1957) telah mengembangkan konsep relung lebih lanjut, dan mmperkenalkan konsep relung ekologi multidimensi (dimensi-n atau hipervolume). Setiap kisaran kondisi factor lingkungan ataupun dimensi persyaratan hidup sesuatu jenis hewan tentu hanya menyangkut satu, dua atau tiga dimensi saja, karena berdimensi-n.

Hutchinson selanjutnya membedakan pengertian relung ekologi atas relung fundamenta, dan relung terealisasikan. Relung ekologi fundamental menunjukkan potensi secara utuh yang hanya dapat teramati dalam laboratorium dengan kondisi terkendali (yang diamati hanya satu factor, tanpa ada pesaing atau predator). Relung yang terealisasikan menunjukkan potensi dalam spectrum yang lebih sempit dari relung fundamental, karena merupakan potensi yang benar-benar terwujudkan di alam dengan kehadiran organisme-organisme lain, seperti pesaing -pesaing ataupun predator-predator hewan itu. Konsep relung ekologi penting untuk digunakan sebagai dasaracuan memahami dan mengatasi masalah kondisi dan sumber daya yang membatasi atau secara potensial suatu populasi hewan. 

Dari uraian – uraian tersebut di atas tampak bahwa aspek relung ekologi yang menyankut dimensi sumberdaya, khususnya yang bersifat vital untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan seperti makanan dan situs (ruang) berbijak, dari atau lebih spesies perlu terpisah agar spesies-spesies itu dapat berkoeksistensi. Pemisahan relung tersebut yang juga menyangkut aspek waktu aktif mungkin saja tdak sempurna, sehingga masih terjadi dkeselingkupan persial.

Sebuah relung bisa menggambarkan kaitan utilisasi (penggunaan) ruang atau spasial, konsumsi makanan, kisaran temperatur, syarat-syarat yang sesuai untuk reproduksi (kawin), kelembapan, dan faktor-faktor lain. Relun tidak sama dengan habitat, tempat dimana satu organisme tinggal/hidup. Habitat adalah suatu tempat sedangkan relung adalah pola hidup.
Back to top